Pemahaman Tentang Roh Kudus


Bahan Bimbingan PA Permata
Tanggal 15 Maret-21 Maret 2026
Pemahaman Tentang Roh Kudus 

Nas : Roma 8:14-17

14. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ”ya Abba, ya Bapa!” 16. Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
17. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Tema : Dipimpin Roh Allah 

Agar PERMATA GBKP
1. Memahami peran Roh Kudus dalam nas
2. Mengandalkan Roh Kudus dalam membuat keputusan hidup 

Metode: Kesaksian Hidup 

I. PENDAHULUAN
    Paulus menulis surat kepada jemaat di kota Roma sebagai persiapannya untuk mengunjungi kota itu. Ia berencana untuk tinggal sementara di kota tersebut sebelum ia melanjutkan perjalanannya ke Spanyol. Di dalam surat isii, Paulus memberikan penjelasan yang begitu mendalam tentang Injil dan bagaimana orang percaya seharusnya hidup seturut dengan Injil tersebut. Adapun yang menjadi pokok penegasan Paulus di dalam surat ini adalah bahwa Injil menyaksikan bagaimana Allah telah memperdamaikan diri-Nya dengan manusia melalui iman di dalam Yesus Kristus". Kitab ini dapat dibagi ke dalam empat bagian besar berdasarkan tema-tema yang dijabarkan oleh Paulus. Di dalam pasal 1-4 Paulus menjelaskan bahwa semua manusia, baik Yahudi maupun Yunani perlu diperdamaikan dengan Allah melalui Yesus Kristus. Di dalam pasal 5-8 Paulus menjelaskan bagaimana kehidupan orang-orang yang sudah diperdamaikan dengan Allah dan apa yang menjadi tujuan kehidupan mereka. Di dalam pasal 9-11 Paulus menjelaskan hubungan orang Yahudi dengan orang Yunani dalam rangka keselamatan yang telah Allah siapkan bagi seluruh umat manusia. Di dalam pasal 12-16 menjelaskan pewujudnyataan kasih dalam banyak hal sebagai bukti vang sudah diperdamaikan dengan Allah. Nas renungan kita merupkakan bagian dari tema kedua yang disampaikan Paulus dalam suratnva. Melalui nas renungan ini kita akan mendalami bagaimana cara hidup orang-orang yang sudah diperdamaikan dengan Allah secara khusus dalam kaitannya dengan pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupannya sehingga keputusan-keputusan yang ia buat selalu menyenangkan hati 

II. ISI
    Paulus memakai kata "semua orang" untuk menjelaskan pandangannya tentang siapa saja yang layak untuk menerima kasih karunia Allah, hidup dalam Roh. Hal ini ia sampaikan untuk menolak pandangan yang menyatakan bahwa seseorang hanya dapat menjadi anak Allah ketika mereka menaati hukum Taurat atau ketika mereka dilahirkan sebagai keturunan Abraham. Paulus menegaskan bahwa tidak akan ada manusia yang mampu melaksanakan tuntutan hukum Taurat karena manusia itu bersifat daging dan berada di bawah kuasa dosa. Di dalam batin, manusia suka akan hukum Allah tetapi di dalam anggota tubuh ia ditawan oleh hukum dosa (bdk. Rm. 7:14, 22-23). Manusia hanya dapat diselamatkan oleh kasih karunia Allah dan itu telah Ia lakukan melalui Yesus Kristus. Oleh karena itu, manusia tidak lagi berada di bawah penghukuman. Ia telah dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut oleh Roh yang memberi hidup dan yang memerdekakan di dalam Yesus Kristus. Karya keselamatan ini telah mengubah status setiap orang yang percaya dari seteru Allah menjadi anak-anak Allah.
    Konsekuensi dari perubahan status ini adalah perubahan pengendali di dalam kehidupan manusia tersebut. Jika sebelumnya mereka hidup oleh dosa dan kuasanya untuk memikirkan dan memenuhi keinginan-keinginan daging, sekarang mereka dipimpin oleh Roh Allah untuk menjalani hidup yang menyenangkan Allah. Sebuah kehidupan yang dijalani dengan sukacita bukan dengan ketakutan sebab Roh yang ada di dalam hidup orang percaya itu membebaskan bukan memperbudak. Dengan kata lain, Paulus mau menyampaikan bahwa orang yang telah dimerdekakan di dalam Kristus, mengalami sebuah pembaharuan hidup oleh Roh yang dinyatakan dalam sikap penyangkalan diri, tidak memegahkan diri serta tidak melayani kepentingan diri sendiri. Inilah panggilan kehidupan kita yang baru yaitu ikut menderita bersama-sama dengan Dia supaya kelak kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Menurut pandangan Paulus, Roh Kudus adalah Roh yang membebaskan orang percaya serta mengubah kehidupan mereka sehingga mereka dapat mengalami damai sejahtera dan taat kepada Allah. Roh juga yang memberi kemampuan untuk memahami kehendak Allah, untuk hidup bersama dalam kasih, untuk melihat apa yang mereka dapatkan di masa depan dan untuk melaksanakan berbagai tugas di dalam jemaat Kor. 12-14). Roh Kudus mengerjakan di dalam diri mereka kasih dan cara hidup yang sesuai dengan kehendak Allah (Ga1.5:22-23). Melalui pandangan ini dapat dipahami bahwa pembaharuan hidup yang Paulus maksudkan dalam perikop ini bukan hanya dalam pemahaman teologis tapi sampai ke level perbuatan yang dikerjakan sehari-hari. Orang yang menyadari bahwa ia telah diselamatkan dan ditebus oleh Kristus, harus menunjukkan identitasnya yang baru tersebut melalui perbuatan-perbuatannya.
    Roh itu juga sekaligus menjadi jaminan bahwa kita bukan lagi seteru tetapi sebagai anak yang dibuktikan dengan panggilan Abba ya Bapa kepada Tuhan kita. Dalam bahasa Aram, kata Abba merupakan sapaan anak-anak kecil terhadap bapanya. Tidak ada hubungan yang lebih dekat dibandingkan dengan hubungan antara orang tua dan anak. Paulus dalam perikop ini menjelaskan bahwa demikianlah dekatnya hubungan kita dengan Allah. Allah dalam kasih-Nya merangkul kita dalam keberdosaan serta mengubah status kita menjadi ciptaan begitu istimewa di mata-Nya dengan mengutus Putra yang begitu Ia kasihi untuk mati di kayu salib. Melalui karya Kristus itu kita menjadi anak-anak Allah dan Tuhan adalah Bapa kita. Status ini juga dikuatkan oleh roh kita yang bersaksi dengan Roh Kudus. Hal ini menegaskan bahwa kehidupan orang percaya benar-benar diarahkan untuk memuliakan Tuhan lewat kepatuhannya terhadap apa yang dikehendaki Allah. Ia semakin mampu untuk menyelaraskan dirinya dengan keinginan Roh sebab itulah yang mengendalikan dirinya. Sebagai anak yang sah dari Bapa, kita juga mendapat jaminan sebagai ahli waris yang berhak untuk menerima janji-janji Allah. Dalam ayat ini, Paulus berbicara tentang pengharapan kehidupan sebagai orang percaya yang menjadi motivasi untuk tetap hidup sesuai dengan panggilan kita bagai orang yang telah diselamatkan. Kita harus berani menyangkal diri, tidak memegahkan diri dan tidak melayani kepentingan sendiri meskipun banyak tantangan dan penderitaan yang harus kita alami sebab kemuliaan yang telah Allah siapkan tidak sebanding dengan semua tantangan dan penderitaan tersebut. 

III. APLIKASI
    Kita patut bersyukur atas apa yang telah Allah lakukan di dalam diri kita melalui karya Yesus Kristus. Karya Kristus oleh Roh Kudus telah memerdekakan kita sehingga kita menjadi manusia baru yaitu anak-anak Allah yang hidup dipimpin oleh Roh-Nya. Orang yang dipimpin oleh Roh adalah orang yang senantiasa berupaya untuk melakukan kehendak Allah di dalam kehidupannya bukan menyenangkan keinginan dagingnya. Pada jaman sekarang ini, keinginan-keinginan daging menjadi lebih kompleks dan menuntut kita untuk memiliki pegangan yang kuat dalam menentukan keputusan-keputusan yang akan kita ambil. Secara umum, keinginan-keinginan daging yang sering memaksa kita antara lain nafsu konsumtif, pornografi, kekerasan verbal dan fisik, egoisme, hedonisme, dll. Ini adalah kebutuhan daging kita sehingga kehadiran mereka begitu memikat dan menarik hati. Melalui nas yang kita bahas di atas, kita dipanggil untuk meninggalkan keinginan-keinginan daging tersebut. Kita harus tunduk kepada kehendak Roh bukan kepada kehendak daging. Biarlah Roh Allah yang senantiasa menerangi pikiran dan menguasai kehidupan kita dalam menentukan perbuatan-perbuatan yang dikendaki Allah kita kerjakan.

IV. METODE: KESAKSIAN HIDUP
Saksikanlah bagaimana kamu dikuasai Roh Kudus dalam menentukan apa yang hendak kamu kerjakan dalam kehidupanmu baik dalam hal penentuan sekolah, pekerjaan, pacar, dll. 

V. USULAN LAGU
Roh Kudus Kau Hadir Di Sini 

Pdt. Wisely Pinem, M.Th
(Kepala Bina Layan Mahasiswa SIT Abdi Sabda Medan) 


0 Response to "Pemahaman Tentang Roh Kudus"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel