Tuhan Mengutus Kita Bahan PA Permata 3-9 Mei 2026


Bahan Bimbingan PA Permata
Tanggal 03 Mei- 09 Mei 2026
MUSYAWARAH PELAYANAN (MUPEL) XXIII PERMATA GBKP
(Muat bagin: ikut serta hadir, berpartisipasi dalam evaluasi, memberikan ide program ke depan dan siap memilih dan dipilih menjadi Pengurus) 

Nas : Yeremia 1:4-10

Panggilan kepada Yeremia
4. Tuhan berkata kepadaku,
5. “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, dan sebelum engkau lahir, Aku sudah memilih dan mengangkat engkau untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”
6. Aku menjawab, “Ya Tuhan Yang Mahatinggi, aku tidak pandai berbicara karena aku masih terlalu muda.”
7. Tetapi Tuhan menjawab, “Jangan katakan engkau masih terlalu muda. Kalau Aku mengutus engkau kepada siapa pun, kau harus pergi, dan semua yang Kusuruh kaukatakan, haruslah kausampaikan kepada mereka.
8. Jangan takut kepada mereka, sebab Aku akan menyertai engkau untuk melindungi engkau. Aku, Tuhan, telah berbicara!”
9. Setelah itu Tuhan mengulurkan tangan-Nya, dan menjamah mulutku lalu berkata, “Dengarlah dan umumkanlah kata-kata yang Kuucapkan ini.
10. Hari ini Aku memberikan kepadamu kuasa atas bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan -- kuasa untuk menumbangkan dan meruntuhkan, untuk menggulingkan dan membinasakan, untuk membangun dan menanam.”

Tema : Tuhan Mengutus Kita 

Agar PERMATA GBKP :
1. Menceritakan konsep pemilihan dan pengutusan berdasarkan nas
2. Berperan mensukseskan MUPEL XXIII PERMATA GBKP 

Metode: Diskusi 

I. PENDAHULUAN
Tidak terasa empat tahun yang lalu Tuhan memberikan kesempatan kepada PERMATA GBKP pemimpin yang baru. Berbagai harapan yang diinginkan oleh PERMATA GBKP melalui peserta sidang Musyawarah MUPEI XXIII saat itu. Diutus untuk bekerja menjadi tema yang sangat apik, yang menjadi harapan bahwa PERMATA GBKP akan melayani sesuai dengan kehendak-Nya. Terlibat dan terdampak bagi pelayanan ini menjadi salah satu harapan bagi teman-teman yang terpilih saat itu. Kita akan kembali mengevaluasi kineija pelayanan Pengurus yang telah terpilih empat tahun yang lalu, dan bagaimana dampak pelayanan selama empat tahun tersebut. Di MUPEL XXIII ini kita akan kembali memilih pemimpin baru yang akan membawa PERMATA GBKP ini menjadi lebih baik. Tentu ini menjadi PR kita bersama untuk mendoakan kelancaran MUPEL XXIII. 

II. ISI
Kitab Yeremia merupakan salah satu Kitab nubuat dan Penulis kitab disebut yaitu Yeremia (Yer 1:1). Setelah bernubuat selama 20 tahun di Yehuda, Yeremia diperintahkan Allah untuk menuangkan amanatnya dalam bentuk tertulis; hal ini dilakukannya dengan mendiktekan nubuat-nubuatnya kepada Barukh, juru tulisnya yang setia (Yer 36:1-4). Nubuat ini menunjukkan bahwa Yeremia, sering kali disebut "nabi peratap," merupakan seorang yang membawa amanat keras namun berhati lembut dan hancur (mis. Yer 8:21-9:1). Sifatnya yang lembut itu menjadikan penderitaannya makin mendalam ketika firman nubuat Allah ditolak dengan angkuh oleh kerabat dan sahabat, imam dan raja, dan sebagian besar bangsa Yehuda. Walaupun sepi dan ditolak seumur hidupnya, dari Karakter kepemimpinannya Yeremia termasuk nabi yang paling tegas dan berani. Kendatipun berhadapan dengan perlawanan yang berat, dengan setia ia melaksanakan panggilannya sebagai nabi untuk memperingatkan sesama warga Yehuda bahwa hukuman Allah makin dekat.
    Pada teks Yeremia 1:4-10 bagaimana respon Yeremia yang dipanggil dan berani di utus. Pertama, berani menjawab panggilan dimulai dengan mengenal diri dengan segala potensi dan talenta yang Tuhan berikan. Yeremia sangat mengenal dirinya dengan segala kekurangan yang dimilikinya, yang dimana membuat dirinya juga sempat merasa insecure dan karena itu pada awalnya dia menolak panggilan dan pengutusan Tuhan terhadap dirinya. Yeremia memiliki keterbatasan (ayat 6). Yeremia merasa tidak pandai berbicara. Perbedaannya, ketidakmampuan Yeremia ini berhubungan dengan usianya yang muda (1:6 "Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara sebab aku ini masih muda"). Dari sini terlihat bahwa inti kesulitan terletak pada ketakutan terhadap penolakan karena faktor usia yang muda, bukan pada ketidakfasihan berbicara. Kedua, menyambut panggilan Tuhan dengan penuh syukur. Panggilan dan pengutusan Tuhan bukan hal yang asal-asalan karena rancanganya yang sungguh amat baik kepada seseorang yang dipanggil sebagai teman sekerjaNya. Yeremia 1:5 dengan tegas dikatakan bahwa Yeremia sudah dipersiapkan sebelum ia ada dalam rahim ibunya, ia sudah Tuhan kuduskan untuk menjadi Nabi.
    Ketiga, Tuhan menyertai dan melengkapi kita dalam memenuhi panggilan-Nya. Yeremia diutus Tuhan ke tengah bangsa Israel yang saat itu penuh dosa karena ketidaksetiaan dan kekurangpercayaan kepada Allah. Yeremia merasa tidak sanggup. Di ayat 6 ia mengatakan,"Ah, Tuhan Allah! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." Tuhan tahu kelemahan dan kekurangan itu. Karenanya, saat memanggil seseorang, Tuhan juga akan melengkapi dan menolongnya. Ayat 9: Allah menolong Yeremia untuk mengatasi kelemahannya: Ia menjamah mulut Yeremia dan menaruh perkataan-perkataan Allah di dalamnya sehingga Yeremia tidak perlu minder lagi karena ia tidak lagi susah bicara. Allah juga berjanji menyertai atau mengiring langkah Yeremia. 

III. APLIKASI
    Tuhan Mengutus Kita, menjadi tema PA kita kali ini. Seperti Yeremia yang awalnya ragu akan kemampuannya sehingga dia menolak panggilan Tuhan. Tapi di ingatkan kembali bahawa Tuhan memanggil seseorang karena Tuhan sudah mengenal dan tahu kemampuan yang kita miliki. Tuhan mengutus kita, teringat Ketika Yesus memberikan Makan Lima Ribu orang: Yesus bertanya apa yang ada, bukan seberapa yang ada. Hanya ada 5 Roti dan dua ikan, Namun Yesus saat itu tidak pernah katakan kurang. Justru Yesus memberkati makanan itu sehingga bersisa. Artinya Yesus memanggil dan mengutus kita bukan dengan pertanyaan seberapa hebat kemampuan kita. Tapi Yesus sudah mengetahui dan mengenal kemampuan lebih dari pada kita. "Melayani dari hati akan sampai Ke hati", Tuhan akan memampukan kita diketidak mampuan kita", "menguatkan kita dalam kelemahan kita".
    Semakin dekatnya MUPEL XXIII (Jumat — Minggu, 22-24 Mei 2026 di RC Sukamakmur) tentu diantara kita ada teman, atau kita yang ingin melayani sebagai pengurus berikutnya. Kita tentu menginginkan yang terbaik, sebagai anggota PERMATA GBKP kita harus berperan penting untuk mendoakan, dan sebagai panitia kita mempersiapkan perhelatan ini dengan baik. Sebagai peserta sidang utusan Runggun, Klasis yang akan mengevaluasi dan memberi masukan, harus menjadi peserta yang bijak dan berhikmat, bukan menjatuhkan dengan mencari kesalahan, tetapi mampu menjadi teladan dalam sikap prilaku melihat, berbicara dan berpikir. 

IV. DISKUSI
1. Bagaimana kamu melihat Yeremia dengan keraguannya dalam panggilan dan pemilihannya?
2. Bagaimana kamu melihat kepengurusan PERMATA GBKP baik di wilayah Pusat, Klasis, Runggun dan Sektor selama satu periode ini?
3. Tuliskan apa yang menjadi harapan (program kongkrit) yang kamu inginkan ada di PERMATA GBKP! (bawa usulan ke MUPEL XXIII PERMATA GBKP, bisa melalui Pengurus Runggun atau Pengurus Klasis PERMATA GBKP). 

V. USULAN LAGU
PKJ 185 Tuhan Mengutus Kita 

Dikba Foneru Barus, M. Th.
(Ketua Komisi Teologi PERMATA GBKP) 

0 Response to "Tuhan Mengutus Kita Bahan PA Permata 3-9 Mei 2026"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel