Jiwaku Melekat Pada-Mu Bahan PA Permata 26 April - 2 Mei 2026
Bahan Bimbingan PA Permata
Tanggal 26 April - 02 Mei 2026
MENGENAL ALLAH MELALUI PERGUMULAN DIRI SENDIRI/ HUBUNGAN PRIBADI DENGAN TUHAN (HPDT)
Nas : Mazmur 63:2-9
2. O Dibata, Kam kap Dibatangku, kudarami dingen tedeh ateku Kam. Mesikel kal aku nandangi Kam. Desken taneh tenggiring si kerah, bage me muasna tendingku man baNdu.
3. Pelepas maka kuidah Kam i bas RumahNdu, maka kuidah kuasa ras kemulianNdu.
4. KekelengenNdu si tetap ergan asangken kesah, e maka kupuji ateku Kam.
5. Kidekah umur geluhku aku ngataken bujur man baNdu, kuangkat tanku tupung aku ertoto baNdu.
6. Alu ende-enden si meriah kupuji Kam, desken man tabeh-tabeh ras utuk tulan, bage me ibesuriNdu tendingku.
7. Tupung aku tayang i das ingan medemku, kuinget Kam; gedang-gedang berngi rukur aku kerna Kam.
8. Sabap Kam kap si enggo nampati aku, i teruh kabengNdu rende aku perban riahna.
9. Enteguh Kam kucikepi, terkelin aku perban tanNdu si megegeh.
Tema : Jiwaku Melekat Pada-Mu
Agar PERMATA GBKP
1. Mengetahui dan menceritakan kedekatan pemazmur dengan Tuhan
2. Mengevaluasi kedekatannya dengan Tuhan
Metode: Meditasi/Evaluasi Diri
I. PENDAHULUAN
Topik mengenai hubungan pribadi dengan Tuhan (HPDT) bukanlah topik yang baru dalam kehidupan orang Kristen. Tentu saja kita sudah sering mendengarnya dan mungkin juga kita sudah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan pribadi dengan Tuhan adalah hubungan yang personal antara seorang individu dengan Tuhan. Hubungan ini bukan hanya sekadar menjalankan ritual keagamaan, tetapi lebih pada cara seseoarang menghayati dan mengalami kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini melibatkan kesadaran seseorang akan keberadaan Tuhan, relasi dan komunikasi dengan-Nya melalui doa dan perenungan, serta upaya untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Hubungan pribadi dengan Tuhan menggambarkan kemelekatan jiwa manusia dengan Tuhan, Sang Pencipta. Melalui PA PERMATA GBKP minggu ini, kita akan belajar bersama melalui Mazmur 63:2-9 tentang kedekatan pemazmur dengan Tuhan dan mengevaluasi kedekatan kita secara pribadi dengan Tuhan.
II. ISI
Mazmur 63:2-9 merupakan mazmur Daud ketika ia berada di padang gurun Yehuda. Menurut Marie Claire Barth dan B.A.Parreira dalam bukunya "Tafsiran Alkitab: Kitab Mazmur 1-72 — Pembimbing dan Tafsirannya", mazmur ini berisi doa meminta tolong dengan penuh kerinduan kepada Allah, pengakuan iman yang teguh serta ucapan syukur yang meriah atas perbuatan Allah yang dituliskan oleh Daud ketika ia dikejar-kejar oleh Saul sehingga ia mengalami ketakutan dan mengharapkan pertolongan kepada Allah saja (Bnd. Samuel 23:14). Selain itu, Mazmur ini juga memperlihatkan kedekatan yang sangat intim antara pemazmur dan Allah. Pemazmur mengungkapkan kerinduannya kepada Allah melalui kata-kata yang memiliki makna yang mendalam, seperti: "Ya Allah, Engkaulah Allahku, pagi-pagi aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku letih merindukan Engkau, seperti tanah kering dan kehausan, tiada berair" (ay. 2). Sapaan "Engkaulah, Allahku" mengekspresikan dengan tegas keyakinan dan kepercayaan pemazmur terhadap Allah serta janji-janji-Nya. Pemazmur mengibaratkan tubuhnya yang letih merindukan Allah seperti tanah kering dan kehausan yang tiada berair. Hal ini menggambarkan situasi yang sangat mendesak dan membutuhkan pertolongan Allah segera. Oleh karena itu, Pemazmur mengarahkan pandangannya ke tempat kudus Allah, mendekat kepada-Nya, dan sangat dekat untuk melihat kekuatan Allah dan kemuliaan-Nya (ay. 3).
Pemazmur mengalami kasih setia Allah yang melampaui kenikmatan yang ditawarkan oleh dunia. Jiwanya dipuaskan oleh kasih setia Allah yang abadi dan tidak pernah padam bahkan lebih baik daripada hidup yang membuatnya tidak dapat menahan diri untuk memegahkan Allah melalui mulutnya (ay. 4). Perjumpaan dengan Tuhan yang dinanti-nantikan membuat pemazmur bersukacita karena jiwanya dikenyangkan oleh berkat terbaik dari Allah yaitu kehadiran Allah itu sendiri dalam kehidupannya. Hal ini membuat pemazmur mempersembahkan dirinya seumur hidup untuk memuji Allah dan memberitakan nama-Nya (ay, 5-6). Pemazmur menyadari bahwa momen terindah di dalam hidupnya adalah ketika ia mengingat dan merenungkan Allah setiap waktu. Kata "mengingat" dan "merenungkan" di ayat 7, mengacu pada doa-doa dan pujian yang dinaikkan oleh pemazmur serta perenungan akan firman Allah yang diulangi terus menerus untuk mengusir berbagai kekhawatiran dan ketakutan pemazmur. Pengalaman iman pemazmur yang telah merasakan pertolongan Allah di sepanjang hidupnya membuatnya tetap percaya bahwa Allah tetap melindungi orang-orang yang mendekat kepada-Nya di bawah naungan sayap-Nya yang perkasa (ay. 8). Ia memeluk jiwa-jiwa yang melekat kepada-Nya serta menopang orang yang membutuhkan pertolongan dengan tangan kanan-Nya (ay. 9). Pemazmur menyaksikan bahwa hidup dekat dengan Allah merupakan pilihan yang terbaik di dalam kehidupan orang percaya. Alkitab menegaskan bahwa bahaya terbesar justru muncul dari dalam hati manusia sendiri, yaitu ketika seseorang menganggap bahwa ia dapat hidup tenang, damai dan sejahtera tanpa kasih Allah dan tanpa mengasihi sesama manusia, padahal hidup jauh dari Allah adalah hidup dalam bahaya dan menuju kehancuran.
III. APLIKASI
PA PERMATA GBKP pada minggu ini mengingatkan kita agar hidup mendekat dengan Allah dan memiliki hubungan pribadi yang intim dengan-Nya. Persekutuan pribadi dengan Tuhan Menjadi masa-masa yang indah bagi orang percaya untuk menyerahkan hidupnya sesuai dengan pimpinan Tuhan. Waktu demi waktu, selangkah demi selangkah kita diajar untuk mengenal Allah dengan benar melalui pergumulan hidup yang kita lalui. Hubungan pribadi dengan Tuhan yang intim akan menolong kita untuk mengasihi sesama. Memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan berarti kita harus melibatkan Allah dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita harus berdoa kepada-Nya, membaca firman-Nya serta merenungkannya dalam upaya untuk mengenal Dia dengan lebih baik.
IV. METODE: Meditasi/Evaluasi Diri
Sebelum melaksanakan meditasi dipersiapkan yang bertugas sebagai pemimpin meditasi, pendoa untuk doa permohonan sebanyak tiga orang, serta usahakan tempat ibadah yang tenang dan nyaman.
Hening (Pemimpin meditasi (P) memberikan waktu bagi jemaat (J) untuk mengambil waktu berdoa secara pribadi dalam keheningan).
Nyanyian: Lagu Taize "Pujilah Tuhan" (Bless The Lord) dinyanyikan 3x (boleh dipilih lirik yang berbahasa Indonesia atau yang berbahasa Inggris atau kombinasi keduanya)
Pujilah Tuhan, pujilah nama-Nya
Pujilah Tuhan, sumber kehidupan
Bless The Lord my soul, and bless God's holy name
Bless The Lord my soul, God leads me into life
Nyanyian: Lagu Rohani Mazmur 63 (Lebih dari Hidup)
Ya Allah Engkaulah rinduku, jiwaku haus kepada-Mu
S'perti tanah kering tiada berair, tak tahan kumenantikan
Dan kupandang Kau di tempat kudus, terkagum kan kemuliaan-Mu Yesus
S'bab kasih setia-Mu lebih dari hidup
Bibirku `kan memegahkan-Mu
Membaca Mazmur 63:2-9 (TB 2)
P : 63:2, Ya Allah, Engkaulah Allahku Engkau, Pagi-pagi aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku letih merindukan Engkau, seperti tanah yang kering dan kehausan, tiada berair.
J : Menyanyikan bagian Lagu Rohani Mazmur 63 (Lebih dari Hidup)
Dan kupandang Kau di tempat kudus, terkagum kan kemuliaan- Mu Yesus
S'bab kasih setia-Mu lebih dari hidtip
Bibirku `kan memegahkan-Mu
P : 63:3, Demikianlah aku mengarahkan mata pada-Mu di tempat kudus, untuk melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.
J : Menyanyikan bagian Lagu Rohani Mazmur 63 (Lebih dari Hidup)
Dan kupandang Kau di tempat kudus, terkagum kan kemuliaan-Mu Yesus
S'bab kasih setia-Mu lebih dari hidup
Bibirku `kan memegahkan-Mu
P : 63:4, Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup, bibirku akan memegahkan Engkau.
J : Menyanyikan bagian Lagu Rohani Mazmur 63 (Lebih dari Hidup)
Dan kupandang Kau di tempat kudus, terkagum kan kemuliaan-Mu Yesus
S'bab kasih setia-Mu lebih dari hidup
Bibirku `kan memegahkan-Mu
P : 63:5, Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menyebut nama-Mu dengan tangan terangkat.
J : Menyanyikan bagian Lagu Rohani Mazmur 63 (Lebih dari Hidup)
Dan kupandang Kau di tempat kudus, terkagum kan kemuliaan-Mu Yesus
S'bab kasih setia-Mu lebih dari hidup
Bibirku 'kan memegahkan-Mu
P : 63:6, Jiwaku dikenyangkan seperti dengan sumsum yang terlezat, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku menyanyikan puji-pujian.
J : Menyanyikan bagian Lagu Rohani Mazmur 63 (Lebih dari Hidup)
Dan kupandang Kau di tempat kudus, terkagurn kan kemuliaan-Mu
Yesus S'bab kasih setia-Mu lebih dari hidup
Bibirku `kan memegahkan-Mu
P : 63:7, Saat aku mengingat Engkau di tempat tidurku, aku merenungkan Dikau sepanjang jaga malam
J : Menyanyikan bagian Lagu Rohani Mazmur 63 (Lebih dari Hidup)
Dan kupandang Kau di tempat kudus, terkagurn kan kemuliaan-Mu
Yesus S'bab kasih setia-Mu lebih dari hidup
Bibirku `kan memegahkan-Mu
P : 63:8, sebab Engkau telah menjadz pertolonganku, dan di bawah naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
J : Menyanyikan bagian Lagu Rohani Mazmur 63 (Lebih dari Hidup)
Dan kupandang Kau di tempat kudus, terkagurn kan kemuliaan-Mu
Yesus S'bab kasih setia-Mu lebih dari hidup
Bibirku `kan memegahkan-Mu
P : 63:9, Jiwaku melekat pada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.
J : Menyanyikan bagian Lagu Rohani Mazmur 63 (Lebih dari Hidup)Dan kupandang Kau di tempat kudus, terkagurn kan kemuliaan-Mu
Yesus S'bab kasih setia-Mu lebih dari hidup
Bibirku `kan memegahkan-Mu
Evaluasi Diri
Saudara-saudari yang terkasih, melalui Mazmur 63:2-9 kita dapat melihat kerinduan Daud yang sangat dalam kepada Allah. Dengan sepenuh hati ia mencari Allah yang dapat memuaskan kerinduannya. Daud memperlihatkan betapa ia mencintai Allah dan memilih untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah. Hatinya dipenuhi oleh kasih setia Allah yang menggerakkan bibirnya untuk memegahkan Allah dengan sorak-sorai. Saat ini, marilah kita mengevaluasi hati kita: "Apakah kita juga memiliki kerinduan yang mendalam kepada Allah? Apakah kita mencari Allah dengan sepenuh hati? Apakah kita mencintai Allah dengan sungguh, seperti Allah mencintai kita? Ataukah kita terlalu sibuk dengan hiruk pikuk dunia yang mengalihkan perhatian kita dari Allah. Hati kita diliputi kekuatiran dan kecemasan tentang masa depan, pekerjaan, persekolahan/ perkuliahan, relasi dengan sesama manusia. Oleh karena itu, kita perlu mengambil waktu untuk. merenungkan kembali: "Apakah Allah benar-benar menjadi segalanya bagi kita? Apakah kita mencintai-Nya lebih dari apapun di dunia ini?" Jika mata pada-Mu di tempat kudus, untuk melihat kekuatan-Mu dankemuliaan-Mu" maka marilah kita mengarahkan hati kita kepada Allah. Kita bangun dan jaga hubungan pribadi kita dengan-Nya dengan mendekat pada-Nya, berkomunikasi melalui doa-doa kita, mencintai firman-Nya serta hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Nyanyian PKJ No. 308 "Yesus, Terang-Mu Pelita Hatiku"
Yesus, terang-Mu pelita hatiku
Jangan keg'lapan menguasaiku
Yesus, terang-Mu pelita hatiku
Biar selalu kusambut cinta-Mu
Doa Permohonan
P1: Mendoakan agar PERMATA GBKP membangun dan menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan.
P2: Mendoakan agar PERMATA GBKP kuat dalam pergumulan hidup dan mau belajar mengenal Allah melalui pergumulan hidupnya.
P3: Mendoakan agar PERMATA GBKP senantiasa melibatkan Allah dapat kehidupannya sehari-hari.
Doa Bapa Kami
Nyanyian: Lagu Taize "Dalam Tuhan Aku Bersyukur" (In the Lord I'll be ever Thankful) dinyanyikan 3x (boleh dipilih lirik yang berbahasa Indonesia atau yang berbahasa Inggris atau kombinasi keduanya).
Dalam Tuhan aku bersyukur dengan lagu pujian
Tuhanlah penyelamatku
Dalam Dialah sukacita, dalam Dialah sukacita
In the Lord I'll be ever thankful.
In the Lord I will rejoice.
Look to God, do not be afraid.
Lift up your voices, the Lord is near.
Lift up your voices, the Lord is near.

0 Response to "Jiwaku Melekat Pada-Mu Bahan PA Permata 26 April - 2 Mei 2026"
Post a Comment